Kamis, 23 April 2009

[Edisi 5] SULITNYA CARI NAFKAH


Ngaliyan-Beberapa orang mencari nafkah demi menghidupi diri dan keluarganya. Lahan kosong milik PT. Sango dimanfa’atkan oleh warga setempat dengan menggali pasir dan padas yang ada. Pekerjaan yang mereka lakukan bukan sebagai proyek dari pamilik lahan. Tetapi, pekerjaan warga sendiri untuk menambah keuangan bagi dirinya. Warga yang bekerja di lahan itu, ada yang harian dan ada juga yang hanya sebagai sampingan.

Biasanya pembeli langsung datang untuk mengambil pasir atau batu-batu besar yang telah dikerjakan. “Hasil yang kita terima ya… sekitar Rp 35.000,- Kalau dikerjakan oleh beberapa orang, seperti saya dengan 2 orang teman. Maka, pendapatan saya bagi bertiga,” ujar pria bertubuh kekar.
Lahan ini berada tepat di samping IAIN Walisongo, tepatnya ikut dalam kawasan tugu. Dalam pemanfa’atan lahan, warga hanya diperbolehkan untuk mengambil batu padas. Yang mana, hanya bisa dikerjakan oleh tenaga manusia, tidak dengan alat berat. Setiap truk atau mobil bak terbuka mengangkut hasil galian pekerja dikenai biaya jalan. Tetapi, biaya itu bagi pengangkut yang melewati jalan perkampungan. Setiap pengangkut dikenai biaya Rp 5.000,00 yang nantinya masuk kas pem-bangunan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar