Selasa, 15 Desember 2009

[Edisi 8] KAMPUNG WISATA TAMAN LELE

KAMPUNG WISATA TAMAN LELE
NGALIYAN – Salah satu daerah yang menjadi sasaran persinggahan masya¬rakat kota Semarang adalah Ngaliyan. Karena tempatnya yang strategis, walaupun beberapa kelurahan saja yang bersebelahan dengan jalan pantura. Alasan lain adalah, Ngaliyan memiliki bidang tanah yang berbukit nan asri. Sehingga Ngaliyan dapat dijadikan tempat tinggal yang ramah lingkungan dan terjangkau dari banjir yang melanda pesisir kota Semarang.

Hal tersebut didukung dengan peng¬adaan Ngaliyan sebagai Kota singgah bagi masyarakat Semarang. Oleh karena itu, Ngaliyan memiliki potensi men¬jadi Kota perlu ada perhatian khusus untuk pengembangan dari Pem¬kot Semarang.
Sebagai daerah yang berpoten¬si, ten¬tunya harus ada objek yang men¬jadi daya tarik bagi warga Ngaliyan khususnya. Diantara objek yang perlu dikembang¬kan lagi adalah kampoeng wisata taman lele Semarang.
Secara historis kampoeng wisata ter¬sebut dahulunya yang menjadi daya ta¬rik masyarakat adalah adanya taman lele yang memiliki ikan lele berlimpah ruah. “sebenarnya latar belakang taman lele adalah usulan dari warga sekitar Ngaliyan khususnya pada tahun 1932, selain memiliki ribuan ikan lele, juga ditemukannya Sendang sebagai sumber air. Jadi, sekarang tempat ter¬sebut di¬nama¬kan kampoeng wisata taman lele”, tutur Endang Riwayati sebagai kepala UPTD kampoeng Wisata taman lele semarang saat ini (06/06).
Terkadang, ada juga warga yang mengistilahkan taman lele dipandang kera¬mat. Terutama, setiap malam jum’at ada warga yang datang ke taman lele untuk beren¬dam di sendang. Karena warga sekitar menganggap bahwa sendang tersebut memiliki kasiat yang dapat dikeramatkan.
Ditemukannya taman lele dan sen¬dang tersebut, yakni sejak 1932. Namun pada kelanjutannya taman lele baru mengalami pemugaran pada tahun 2003. Tepatnya, taman lele diperbaharui pada tanggal 7 Agustus 2003, dengan di¬ikuti peresmian dan pembukaan perdana kampoeng wisata taman lele sebagai salah satu objek wisata di Semarang.
Setelah pemugaran, kam¬poeng wisata taman lele diatas tanah seluas 2,2 ha memiliki beberapa fasi¬litas yang menjadi daya tarik pe¬ng¬unjung. Jika ingin berekreasi, disana disediakan becak air, taman-taman asri, bermacam-macam binatang mar¬¬¬¬¬¬¬ga¬satwa, dan kolam keceh bagi anak-anak. Juga bagi para pengun-jung yang ingin menginap, disana ada hotel yang memiliki fasilitas yang berbeda sesuai dengan pesanan.
Hotel menjadi salah satu daya tarik pengunjung. Maka, hotel itu didirikan dengan jumlah kamar 10 buah. Tiap kamar berkapasitas penghuni yang berbeda, ada yang one bad, two bad dan ekstra bad. Kampoeng wisata taman lele sen¬diri memberi standar biaya pe¬¬¬ng¬¬¬inap-an sebesar Rp 120.000/ kamar. Selain itu bagi para pengunjung yang ingin menik¬¬-mati alam asri sambil me-manjakan lidahnya, disana menye¬diakan restoran.
Kampoeng wisata taman lele mema-tok tiket masuk Rp 3000 pada hari biasa dan Rp 3500 pada hari-hari libur. Karena telah menjadi salah satu objek wisata di Semarang, sesuai aturan Pemkot pada setiap tahun harus menyetorkan retri¬busi Rp 500 juta. Hal ini menjadi beban tanggungan pengelola taman lele tersebut agar menjadi objek yang diminati masyarakat.
Sehingga pihak pengelola taman lele menggalakkan pemeliharaan berkala untuk merawat taman lele tersebut. De-ngan jumlah karyawan 24 orang, taman lele tersebut telah dirawat dari hari senin sampai hari jum’at pada jam kerja.
Kampoeng wisata taman lele kedepannya mempunyai gambaran lebih rame pengunjungnya. Apalagi akhir-akhir ini taman lele sering mengadakan event-event yang dapat ditonton oleh umum. Karena selain hari libur yang rame akan pengunjung, taman lele juga sering mengadakan event perlombaan yang diikuti oleh para pelajar atau remaja.(Irfan/NM)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar