
Ngaliyan - Setelah satu tahun Pondok Pesantren Roudlotut Thalibin (PPRT) kehilangan guru besar K.H. Zainal Asyikin, pada tanggal 28 Februari 2009 diadakan acara khaul untuk kali pertama.
K.H. Zainal Asyikin merupakan tokoh agama yang berpengaruh di Tugurejo, sehingga tidak heran jika acara yang dipersiapkan selama dua bulan tidak mengecewakan dan berjalan dengan lancar. Masyarakat pun sangat antusias mengikuti kegiatan.
Bisa dilihat dari 2000 snack yang disediakan panitia, yang tersisa hanya 500. “Artinya warga yang mengikuti acara tersebut banyak yang datang,” sebut salah seorang santri.
Makki selaku ketua panitia menuturkan, rasa terima kasih banyak kepada para hadirin dan tamu undangan yang berkenan hadir. “Sehingga acara tersebut dapat berjalan dengan baik.”
Yang menjadi kekecewaan dari pihak panitia dan dalem adalah adanya santri yang tidak mengikuti kegiatan tersebut. Ini diamini Hanif selaku santri PPRT. “Santri yang tidak mengikuti acara khaul tidak mempunyai rasa tawadlu’ dan seperti tidak pernah mondok saja,” kesalnya. “Apalagi kegiatan tersebut telah disosialisasikan jauh-jauh hari.”
Sebelum acara khaul dilaksanakan, terlebih dahulu panitia mengadakan kegiatan lomba antar kamar santri. “Acara dilaksanakan pada tanggal 24 Februari. Seperti lomba voli, futsal, kebersihan kamar, pidato dan baca kitab. Sebagai pamungkasnya adalah bakti sosial.”
Untuk acara khaul diisi dengan pengajiandengan menghadirkan pembicara dari Parakan Temanggung, K.H. Ya’kub Mubarak. Ia menyampaikan moidlah hasanah yang mana ia belum pernah melakukannya. Yakni yang berhubungan dengan kamatian.
“Bagi santri PPRT sendiri, acara ini terbilang acara yang besar karena selain mengadakan acara-acara seperti itu, juga mengadakan temu alumni,” kata Lurah Pondok.
Dengan kehadiran mereka, imbuh dia, seakan-akan mereka masih peduli dan tidak melupakan PPRT. (Frd)
Kamis, 23 April 2009
[Edisi 3] Hajatan Besar di PPRT
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar