Kamis, 23 April 2009

[Edisi 3] Sejarah CANDI TUGU


Tugurejo - Siapa sangka Tugurejo daerah yang berada dipinggiran jalan pantura Semarang-Batang terdapat sebuah bangunan unik dan bernilai sejarah, tepatnya berada di sebuah bukit kecil yang berdekatan dengan pabrik SAMI terdapat bangunan candi, yaitu candi tugu yang berusia lebih dari 8 abad.

Masih belum ada informasi jelas mengenai keberadaan bangunan sekitar candi tersebut. Menurut cerita yang mengalir dimasyarakat sekitar, konon tempat tersebut merupakan bangunan perbatasan antara dua kerajaan, entah kerajaan mana dengan mana. Menurut Anto, pengunjung; “tempat ini dulu digunakan sebagai tempat pengintaian jika ada musuh yang datang karena dilihat dari letak bangunannya memang mengarah ke laut”.
Bangunan yang berdiri selama 800 tahun lebih ini menjadi kenangan tersendiri bagi Ali Imran, penduduk asli sekitar yang menjadi ta’mir masjid Tugurejo. Kepada kru Ngaliyan Metro ia mengungkapkan bahwa ketika muda ia sering bermain disekitar candi tugu untuk mencari buah asam, dan menurutnya daerah Tugurejo dahulu merupakan bagian dari laut jawa yang daerahnya masih berupa lautan, tugu (monumen) yang berada di depan candi merupakan tempat penambatan berlabuhnya kapal-kapal, hal itu terbukti ketika ia pulang dari pengungsian masih terdapat rantai kapal yang melingkari tugu. Masih menurut Ali Imron, sebenarnya bangunan candi disebelah tugu merupakan bangunan baru yang dibangun pada tahun 70-an.
Bukit tempat bangunan candi tugu berada merupakan lokasi yang nyaman bagi warga sekitar dan terutama anak-anak yang meluangkan waktunya untuk bermain disekitar candi, karena tempat tersebut terletak diperbukitan sehingga terlihat jelas pemandangan indah yang berada di bawah sekitar candi tugu.
Pada dinding tugu tersebut terdapat tulisan jawa dan belanda yang terpahat, kru Ngaliyan Metro sendiri belum tahu pasti maksud dan arti dari tulisan tersebut, dibawah candi terdapat goa sedalam lima meter, yang merupakan sarang kelelawar dan sering juga digunakan sebagai tempat bersemedi orang yang percaya dengan hal-hal yang mistis.
Sangat disayangkan candi tugu yang merupakan bagian dari sejarah kota Semarang kurang mendapatkan perhatian pemerintah kota sebagai cagar budaya yang perlu dijaga dan dirawat.(Farid)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar